Arsip untuk Juni, 2009

Kamus Melayu Kupang – Indonesia – Melayu

A

A’a : saudara yang lebih tua

Ada : ada (selain keberadaan juga menunjuk kondisi sekarang)

Adi : adik

Adi bungsu : adik bungsu

Adi nona : adik perempuan

Adu : aduh

Aer : air  – air/ayer

Agama – agama – ugama

Ais : selesai, kemudian

Akurang : kenapa – apa pasal

Ama : (panggilan) bapak, tuan – encik

Ambur : hambur

Ame : ambil, beberapa

Ampa : empat

Amper : hampir

Ana : anak

Ana bua : anak buah

Ana kici : anak kecil

Ana mera : bayi

Ana nona : anak gadis

Ancor : hancur

Andia : dia, mereka

Andia ko : itu sebabnya

Andia su! : Tentu saja!

Anggok : angguk

Anggor : anggur

Angka : angkat

Angka lagu : putar lagu

Anteru : seluruh

Apa : apa

Apalai : apalagi

Asin : asin-masin

Asut : hasut

Ati-ati : hati-hati

Ato : atau

Ator : atur

Ator bae-bae : diatur saja

Aue : aih, alahai

Awii : ungkapan kagum, heran – ungkapan hairan

B

Ba’aer : berair

Ba’iu : jual mahal, bertingkah

Babakar : membakar, main bakar

Babalas : berbalas

Babaris : berbaris

Baboo : berbau

Babunyi : berbunyi

Bacampor : bercampur

Badeka : berdekatan

Bae : baik

Bafoe : sibuk

Baganggu : mengganggu, menggoda

Bagaya : bergaya

Bahodeng : bergaya, pamer

Ba’i : panggilan untuk lelaki tua

Baitua : sebutan untuk pacar/suami

Bajalan : berjalan

Bajengkel : jengkel

Bajual : berjualan

Bakajar : berkejaran

Bakal : bekal – bekalan

Bakalai : berkelahi

Bakanal : berkenalan

Bakanjar : berdebat, berdiskusi

Bakatumu : bertemu

Bakawan : berkawan

Bakosi : menendang

Baku liat : berpapasan

Bakupuku : berkelahi

Bala : belah, bagi

Balogat : cara bicara, logat – pelat

Balom : belum

Balurus : bersikap lurus

Balus : blus, baju perempuan

Bam-banya : banyak, ramai

Bamangada : berhadapan

Bamaki : memaki

Bamara : bertengkar – bergaduh

Bamasak : memasak

Banasiat : menasihati

Bangke : bangkai

Banjer : banjir

Banya : banyak

Banyanyi : menyanyi

Baolok : mengolok-olok, mengejek

Baomong : ngomong – cakap

Bapa : bapak

Bapa-ana : anak-anak

Bapa besar : paman (kakak bapak/ibu)

Bapa kecil : om (adik bapak/ibu)

Bapanas : kepanasan

Baptua : kakek, orang tua – datuk

Bapukul : memukul

Bar : baru

Barabut : berebut

Barapa : berapa

Baras : beras

Barat : berat, barat (arah/hala)

Baribu : beribu

Baribut : ribut, bergaduh

Barisi : bersih

Barita : berita

Baruba : berubah

Basambong : bersambung

Basambong mulu : membahas, diskusi

Basayang : saling menyayangi

Basédi : bersedih

Basengko lengko : serong, melenceng

Baso’al : mempersoalkan, mempertanyakan

Basong : kalian

Batabrak : menabrak

Batangkar : bertengkar – bergaduh

Batanya : bertanya

Batarea: berteriak

Batul : betul

Bauji : menguji

Bé : saya (potongan dari beta)

Béa : bea, pajak – cukai

Bé’a : besar, lebih tua, lama

Bégéna? : bagaimana – bagaimana, macam mana

Békin : bikin

Békin hal : cari masalah

Bémo : bemo, angkot – bas mini

Béngko : bengkok

Bépung : saya punya

Bésar : besar

Beta : saya

Bétong : kita

Binatang : binatang

Binatang piara : binatang peliharaan

Binci : benci

Bingung bodo : bingung betul

Bo’i : sayang (panggilan)

Bobou : berbau

Bodo : bodoh

Bodok : bodoh, kurang tahu, belum tahu

Bokor : baskom

Bola kaki : sepakbola – bola sepak

Bolom : belum

Bosong : kalian

Bibit roti : ragi – yis, ibu roti

Bini : istri

Bu : bung – bang

Bua : buah

Budak : budak

Bui : penjara

Bunu : bunuh

C

Cabu : cabut

Cakar pinggang : bertolak pinggang

Calana : celana – seluar

Calop : celup

Capat : cepat

Cape : capek, penat – penat

Cari hal : cari perkara

Caya : cahaya

Cece : cicit

Cepur : basuh

Cere : cerai

Cerek : ketel, ceret

Cet : cat

Ciom : cium

Colo : celup

Cucu : cucu

Cucu-cece : cucu cicit

Cuka garam! : makian halus

Cuka minyak! : makian halus

Cukimai : makian kasar

Cules : tidak mau membantu

Cum : cuma

RUMAH KAMUS’S COPYRIGHT

Komentar bertahan »

Jabaran Sekilas Bahasa Melayu Kupang (Bagian 1)

Bahasa Melayu Kupang adalah bagian dari bahasa kreol yang berbasis bahasa Melayu. Bahasa Melayu sudah jadi bahasa pergaulan dikawasan ujung barat Pulau Timor ini sejak berabad-abad lamanya, dikarenakan Kupang sudah menjadi pintu gerbang perdagangan sekaligus politik, dan berbagai suku bangsa sudah banyak bermukim dikawasan ini sejak lama. Ketika Kupang diresmikan jadi ibukota propinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 1958, otomatis warga dari berbagai wilayah di NTTpun berdatangan ke kota Kupang dan membentuk mozaik yang khas. Kupang kini menjadi kawasan multisuku dimana berbagai kelompok seperti Dawan, Helong, Ende, Rote, Ndao, Sabu, Tetun, Alor, Solor, Manggarai, Sumba dan lain-lain termasuk Jawa, Bali, Bugis, Cina, Arab, Belanda dan Portugis membentuk karakter kota. Kelompok ini mempertahankan identitas kesukuannya masing-masing, bahkan masih bertutur dengan bahasa bawaan mereka.

Namun seiring dengan generasi selanjutnya, mereka inilah yang menjadikan bahasa Melayu Kupang sebagai bahasa ibu mereka dan jarang menguasai bahasa leluhurnya sendiri.

Menurut Jacob-Grimes (2006), bahasa Melayu dibagi menjadi 3 bagian, yakni :

  1. Vernacular Malay (Melayu Lokal) yang dituturkan di tanah asal Melayu, yakni Sumatera, Semenanjung dan Singapura.
  2. Official language Malay (Melayu Tinggi) dipakai oleh kalangan kerajaan baik di Sumatera, sebagian Kalimantan dan Semenanjung.
  3. Lingua franca Malay (Melayu Pasar), jenis bahasa Melayu rendah yang dipakai sebagai bahasa komunikasi antar kelompok dan berbasis pada perdagangan sejak jaman dahulu.

Status Bahasa Melayu Kupang

Seperti halnya bahasa-bahasa daerah di Indonesia, bahasa Melayu Kupang juga bersinggungan dengan bahasa resmi, yakni bahasa Indonesia yang berakar dari Melayu Tinggi. Statusnyapun masih dipandang inferior karena hanya dipakai dalam percakapan sehari-hari dan bukan dalam kesempatan resmi. Dalam urusan resmi, bahasa yang dipakai adalah bahasa Indonesia.

Sedangkan bahasa Melayu Kupang digunakan sebagai bahasa percakapan antar kelompok yang berbeda latar belakang dan terdengar dalam kehidupan sehari-hari di kawasan Kupang dan sekitarnya.

Namun demikian, para penutur bahasa Melayu Kupang terkadang menghadapi kendala saat harus berbahasa Indonesia, khususnya sistem tatabahasa dan pengucapan.

Perbedaan bahasa Indonesia dan Melayu Kupang Sekilas

Bahasa Indonesia dan Melayu Kupang mempunyai beberapa perbedaan yang signifikan dalam berbagai aspek. Pengaruh bahasa sekitar seperti Helong, Rote, Ndao, Tetun Terik bahkan Tetun Prasa tak dapat dihindari dalam kasus Melayu Kupang ini. Misalnya saja dari segi tatabahasa, dilihat dari contohnya adalah sebagai berikut  (Sebagian sumber : Jacob-Grimes, 2006)

Kata ganti orang (pronouns)

Saya – beta

Kamu – lu

Dia – dia

Kita – katong, kotong, ketong

Kami – batong, botong, betong

Kalian – basong, bosong

Mereka – dong (kependekan dia orang)

Kepemilikan (possession)

Melayu Kupang dalam hal ini sangat berbeda dengan bahasa Indonesia. Di bahasa ini tidak dikenal istilah –ku, -mu, -nya maupun…..saya,….kamu,…..dia.

Contohnya :

Rumah saya di Melayu Kupang menjadi beta pung rumah

Ibu kamu menjadi lu pung mama

Buku mereka menjadi dong pung buku

Saudara Ama Feok menjadi Ama Feok pung kaka-adi

Hal demikian serupa dengan bahasa Melayu Rendah yang tatanannya kurang lebih sama.

Sekilas Morfologi

Perbedaan antara bahasa Indonesia dan Melayu Kupang dalam sistem morfologi antara lain.

Morfologi kata kerja

Ber menjadi ba

Contoh :  bercerita menjadi bacarita

Meng, me…, me…kan menjadi kasi

Contoh : memukul jadi kasipukul

Di…. Menjadi dapa atau kana

Contoh : dipukul jadi dapa pukul, disetrum jadi kana stroom

Modal

Perbedaannya antara lain

Sedang + kata kerja – ada + kata kerja

Contoh : sedang bermain ada bamaen

Masih + kata kerja – ada + kata kerja + lai

Contoh : masih makan – ada makan lai

Kata kerja + terus – maen + kata kerja + tarus

Contoh : makan terus – maen makan tarus

Harus/perlu/mesti musi

Contoh : Kamu harus belajar – Lu musi balaja

Ingin/hendak/mau – mo

Contoh : Saya mau pergi ke Kupang – Beta mo pi Kupang

Pak Robert hendak datang – Pak Robert mo datang

Sudah/telah – su

Contoh : Saya sudah makan – beta su makan

Bentuk Negatif

Dalam bahasa Melayu Kupang, dikenal bentuk negatif sebagai berikut :

Tidak, tak – sonde, son

Contoh : saya tidak tahu – beta sonde tau/ be son tau

Belum – balom

Contoh : Mereka berdua belum kawin – dong dua balom kawin

Tidak lagi – sonde lai

Contoh : Saya tidak pernah kesana lagi – beta sonde pi sana lai

Bukan – bukan

Contoh : Bukan aku yang melemparmu – bukan beta lempar sang lu

Jangan – jang

Contoh : Jangan beri dia kue itu karena sudah basi – Jang kasi dia itu kue te su basi

Tidak boleh – sonde bole

Contoh : Kamu tidak boleh pergi dulu – Lu sonde bole pi dolo

Hubungan Antar Klausa dan Wacana

Kata hubung

Dalam bahasa Melayu Kupang dikenal kata hubung yang mempunyai lebih dari satu makna, seperti

Ju : kependekan dari juga, namun artinya lebih dari dua, karena kata hubung ini dapat diartikan sebagai dan, juga, lalu, kemudian, sehingga, jadi.

Ko : berarti ke, supaya, sehingga, agar, lalu, dan kemudian. Ko juga bisa berarti atau dan kan? (question tag).

Tagal : artinya karena (dengan alasan yang sangat kuat)

Te : artinya karena juga (dengan alasan), dan yang

Ko….na : karena (dengan penekanan pada sesuatu)

Ma : tetapi, berakar dari bahasa Belanda (maar) atau Portugis (ma)

Deng : kependekan dari dengan, tapi artinya dan

Andia ko : Itu sebabnya (that’s why)

Penanda Wacana (Discourse markers)

Ais tu/abis itu/tarus/ju : setelah itu/kemudian/lalu

Contoh : Ais Tuhan Allah omong lai, bilang….(Setelah itu Tuhan berkata)

Kapan tempo? : kapan?

Contoh : Kapan tempo lu turun datang? (Kapan kamu datang?)

Memang sa!/ Itu su!/ Andia su! : pantas!/tentu!

Contoh : Memang sa! Dia su tau! (Pantas! Dia sudah tahu!)

Tempo hari/ Itu waktu : waktu itu

Contoh : Itu waktu beta lia Ina Feok lempar sapatu sang Bai Ndu (Waktu itu saya melihat Ina Feok melempar sepatu ke arah Bai Ndu).

Bersambung

Sumber:

  1. Grimes, Barbara D dan Jacob, June. 2006. Developing a role for Kupang Malay: the contemporary politics on an eastern Indonesian Creole. http://www.sil.org/asia/philippines/ical/papers.html

Komentar bertahan »

Kembali

Assalamualaikum Wr.Wb

Setelah sekian lama terabaikan, akhirnya saya putuskan untuk kembali merawat laman ini.

Saya masih bingung bagaimana menambahkan kontak, dan semoga saja anda-anda semua bisa membantu saya. Amien.

Saya akan aktif menulis lagi disini, insyaallah

Komentar bertahan »